PRIVASI DAN TERITORIAL MANUSIA

PRIVASI(PRIVACY)

–          Keinginan atau kecenderungan seseorang untuk tidak diganggu kesendiriannya

–          Dorongan untuk melindungi ego seseorang dari gangguan yang tidak dikehendaki

 

Jenis-jenis privasi :

– Golongan yang berkeinginan untuk tidak diganggu secara fisik

  1. Keinginan untuk menyendiri(solitude)
  2. Keinginan untuk menjauhkan dari pandangan atau gangguan suara tetangga/lalu lintas(seclusion)
  3. Keinginan untuk intim dengan orang-orang tertentu saja, tetapi jauh dari semua orang(intimacy)

 

– Golongan yang berkeinginan untuk menjaga kerahasiaan diri sendiri yang berwujud dalam tingkah laku hanya member informasi yang dianggap perlu

  1. Keinginan untuk merahasiakan jati diri(anonymity)
  2. Keinginan untuk tidak mengungkapkan diri terlalu banyak kepada orang lain(reserve)
  3. Keinginan untuk tidak terlibat dengan tetangga(non-neighboring)

 

Dalam hubungannya seorang individu memiliki batasan-batasan terhadap lawan interaksinya, mulai dari yang sangat asing hingga akrab. Hal ini dikenal dengan istilah PERSONAL SPACE

Ada 4 macam jarak personal space :

1. Jarak Intim (0 – 0.5m)

Jarak untuk melakukan kontak fisik  antara kekasih, sahabat, atau anggota keluarga.

2. Jarak personal (0.5 – 1.3m)

Jarak untuk percakapan antar 2 orang yang sudah saling akrab.

3. Jarak social (1.3 – 4m)

Jarak untuk hubungan yang bersifat formal seperti bisnis, dan sebagainya.

4. Jarak public (4 – 8.3m)

Jarak untuk hubungan yang lebih formal lagi seperti penceramah atau actor dengan hadirinnya.

 

TERITORIALITAS

–          Suatu pola tingkah laku yang ada hubungannya dengan kepemilikan atau seseorang /kelompok atas sebuah tempat atau lokasi.

  • Pola tingkah laku ini mencakup personalisasi dan pertahanan terhadap gangguan dari luar.

 

Contoh :

–          Seseorang menaruh barang-barangnya di kursi tertentu ketika ia ingin pergi ke toilet, sebagai tanda teritorialitasnya.

 

Batas-batas territorial yang tidak jelas dapat berakibat fatal, karena dapat menimbulkan  terjadinya perdebatan dan perebutan daerah tersebut(jika ada salah satu pihak luar yang ingin mengintervensi daerahnya)

 

Penggunaan teritori :

1. Teritori Primer

Tempat-tempat yang sangat pribadi sifatnya yang hanya boleh dimasuki oleh orang-orang yang sudah akrab atau mendapat izin khusus.

Contoh : Rumah, Rg. Kantor

 

2. Teritori Sekunder

Tempat-tempat yang dimiliki bersama oleh sejumlah orang yang sudah cukup saling mengenal

Contoh : Rg. Kelas, Kantin kantor

 

3. Teritori Publik

Tempat-tempat terbuka untuk umum yang pada prinsipnya setiap orang diperkenankan berada di tempat itu

Contoh : Tempat rekreasi, Pusat perbelanjaan.

 

Kesimpulan

Privasi dan teritorial keduanya saling berhubungan erat, suatu daerah teritorial merupakan suatu kawasan yang di dalamnya merupakan kawasan yang sifatnya privasi dan tidak boleh mendapatkan campur tangan dari pihak luar. Manusia memiliki kecenderungan untuk melindungi privasinya dari siapa pun biasanya dengan cara memberikan batasan-batasan pada sekitarnya yang menciptakan suatu teritorial tersendiri bagi manusia tersebut.

 

Referensi :

Dharma, Agus.Teori Arsitektur 3.Universitas Gunadarma.Jakarta, 1998.

Published in: on April 11, 2010 at 9:57 pm  Leave a Comment  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://winnerfirmansyah.wordpress.com/2010/04/11/privasi-dan-teritorial-manusia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: