Jenis dan Kegiatan pada Ruang Terbuka

Ruang terbuka biasanya memiliki banyak bentuk dan fungsi, dan dapat dikategorikan ke dalam hirarki ruang terbuka yaitu, lokal (lingkungan), kabupaten, regional dan ruang terbuka yang dijadikan ikon negara. Di kawasan pinggiran kota, ruang terbuka sering ditemukan taman setempat atau taman lingkungan yang menyediakan komponen-komponen yang digunakan dalam infrastruktur setempat seperti peralatan bermain anak-anak, lapangan hijau, kursi dan meja piknik. Ruang ini biasanya disediakan oleh pengembang perumahan setempat dan umumnya dikelola oleh pengurus setempat, didanai melalui iuran bulanan.
Jenis-jenis ruang terbuka juga dapat sangat berbeda dalam hal kegiatannya, mulai dari olahraga secara individu maupun massal, taman-taman setempat untuk piknik dan hiking pada daerah yang memungkinkan.

Jenis-jenis ruang terbuka dapat mencakup daerah kabupaten atau ruang terbuka dalam bentuk fasilitas olahraga, seperti Hyde Park di Sydney. Ruang ini sering dipakai oleh pemerintah setempat untuk mengadakan event-event penting di Sydney.

Jadi kesimpulan yang didapat adalah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh manusia pada ruang terbuka antara lain :

  • Bersantai
  • Berolahraga
  • Piknik
  • Mengobrol
  • Membaca koran, majalah, dsb

Kecenderungan/perilaku negatif manusia pada ruang terbuka antara lain :

  • Membuang sampah sembarangan
  • Merusak komponen-komponen yang terdapat pada ruang terbuka seperti, bangku taman, tempat sampah, permainan anak-anak, dsb
  • Merusak taman yang ada pada ruang terbuka
Published in: on March 27, 2010 at 11:00 am  Comments (2)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://winnerfirmansyah.wordpress.com/2010/03/27/jenis-dan-kegiatan-pada-ruang-terbuka/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 CommentsLeave a comment

  1. Kalo arsitektur perilaku untuk pekerja kreatif gmn ya?🙂 tx b4

    • Saya kurang paham dengan pertanyaannya.

      Saya coba jawab, setiap perancangan baik untuk arsitektur, interior dan landscape harus bisa mencerminkan karakter dari pemiliknya dalam hal ini klien dari si arsitek. Maka dari itu tugas dari arsitek harus mampu menginterpretasikan desain yang sesuai dengan keinginan dari klien dan karakter yang ingin dimunculkan di dalamnya.

      Ruang-ruang yang tercipta untuk pekerja seni tentunya akan berbeda dengan orang kantoran. Dalam hal ini perlu ada studi lebih lanjut tentang program ruang, hubungan antar ruang dsbnya. Ruang-ruang yang ada harus mampu mengakomodasi kegiatan dari pekerja seni dan memberikan efek nyaman sehingga para pekerja seni dapat bekerja dengan lebih maksimal.

      Saya harap penjelasan saya bisa menjawab pertanyaannya. Terima Kasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: