TATA KOTA – Tugas 1 Pengantar

Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 2/1987 Pasal 1,

Perencanaan kota merupakan rumusan kebijaksanaan pemanfaatan muka bumi wilayah kota termasuk ruang di atas dan di bawahnya serta pedoman pengarahan dan pengendalian bagi pelaksanaan pembangunan kota untuk mencapai tujuan tertentu.

 

Revisi :

 

Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 1/2008 Pasal 1 ayat 4,

Perencanaan kawasan perkotaan adalah penyusunan rencana pengelolaan kawasan perkotaan yang dapat mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembanguhan daerah guna pengembangan kawasan perkotaan yang lebih baik.

Analisa :

Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi(Permendagri No.1/2008 Pasal 1 ayat 1).

Dengan kata lain kawasan memiliki kegiatan yang sangat kompleks sehinga diperlukan adanya perencanaan yang matang dan terintegrasi dengan baik satu sama lainnya. Sebelum direvisi perencanaan kota hanya difokuskan pada pemanfaatan lahannya saja sedangkan setelah direvisi menjadi lebih spesifik dengan mengarah pada perencanaan pembentukan suatu daerah yang terintegrasi secara baik dan memiliki susunan kawasan yang tersusun rapi dan jelas. Dengan begitu pembangunan di masa yang akan datang bukan hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan yang ada tetapi tetap memperhatikan tatanan dan susunan perkotaannya.


 

Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 2/1987 Pasal 2 dan 3,

Maksud Perencanaan Kota adalah untuk mewujudkan peningkatan kualitas lingkungan kehidupan dan penghidupan masyarakat kota dalam mencapai kesejahteraan sesuai dengan aspirasi warga kota.

Tujuan Perencanaan Kota adalah supaya kehidupan dan penghidupan warga kota aman, tertib, lancar dan sehat, melalui  :

  1. Perwujudan pemanfaatan ruang kota yang serasi dan seimbang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daya dukung pertumbuhan dan perkembangan kota.
  2. Perwujudan pemanfaatan ruang kota yang sejalan dengan tujuan serta kebijaksanaan pembangunan nasional dan daerah.

 

Revisi :

 

Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 1/2008 Pasal 6 ayat 1 dan 8 ayat 1

Perencanaan kawasan perkotaan mempertimbangkan:   

  1. aspek  idiologi,   politik,   sosial,   ekonomi,   budaya,   lingkungan,   teknologi,   dan pertahanan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  2. pendekatan pengembangan wilayah terpadu;
  3. peran dan fungsi kawasan perkotaan;
  4. keterkaitan antar kawasan perkotaan dan antara kawasan perkotaan dengan kawasan perdesaan;
  5. keterpaduan antara lingkungan buatan dengan daya dukung lingkungan alami; dan
  6. pemenuhan kebutuhan penduduk kawasan perkotaan.

Arah pembangunan kawasan perkotaan yang tertuang dalam RPJPD memuat:

  1. peningkatan kesejahteraan masyarakat perkotaan;
  2. pemenuhan standar pelayanan perkotaan; dan
  3. keterkaitan fungsi antar kawasan perkotaan.

 

Analisa :

Maksud dan tujuan dari perencanaan suatu kota adalah untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di dalamnya. Hal ini dapat dicapai dengan membuat suatu tatanan perkotaan yang nyaman untuk ditempati. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentunya dalam merencanakan suatu kota diantaranya adalah pemenuhan fasilitas umum untuk menunjang kegiatan pelayanan perkotaan seperti rumah sakit, bank, pusat pemerintahan, pusat rekreasi, pusat pendidikan, kawasan pabrik dan sebagainya. Begitu pula perlunya perhatian khusus akan keterkaitan fungsi antar kawasan dalam suatu perkotaan. Sebagai contoh suatu kawasan yang baik tidak akan meletakkan fasilitas penunjang kesehatan seperti rumah sakit bersebelahan dengan kawasan pabrik, karena jelas bahwa asap yang dikeluarkan dari mesin-mesin pabrik akan mencemari kesterilan kawasan rumah sakit yang sangat memerlukan udara yang bersih dan sehat. Jika didapat hal seperti demikian bisa dipastikan bahwa perencanaan kota perlu diperbaiki kembali.

Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 2/1992, berisikan tentang :

6 Rencana Kota :

  1. Rencana Strategi Nasional Pengembangan Tata Ruang (RSNPTR)
  2. Rencana Struktur Tata Ruang Propinsi (RSTRP)
  3. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota
  4. Rencana Rinci Tata Ruang Kota (RRTRK)
  5. Rencana Teknis Ruang Kota (RTRK)
  6. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)

 

Revisi :

 

6 Rencana Wialyah :

  1. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)
  2. Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I (RTRW Propinsi)
  3. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II (RTRW Kabupaten/Kotamadya)
  4. Rencana Tata Ruang Kawasan (RTRK)
  5. Rencana Teknis Ruang Kota (RTRK)
  6. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)

Pertanyaan :

  1. 1.     Apa penyebab perubahan / pergeseran Macam-macam Rencana Kota dari masa ke masa di Indonesia ?
  2. 2.     Apakah terlihat pengaruh perkembangan macam Rencana Kota yang terjadi di Inggris atau Amerika Serikat pada perkembangan Macam Rencana Kota di Indonesia ?

 

Jawaban dan analisa :

 

1. Penyebab adanya perubahan / pergeseran macam-macam rencana kota dari masa ke masa di Indonesia adalah karena adanya perkembangan kota dalam berbagai aspek di Indonesia, begitu pula dengan makin beragamnya aktivitas dari penduduk di negri ini. Sebagai contoh sebagai Ibukota, Jakarta dikenal sebagai kota metropolitan yang sarat akan mobilitas yang tinggi. Dalam hal ini perencanaan dan perancangan kota harus dipertimbangkan dengan matang – matang dan maka daripada itu diadakan perbaikan – perbaikan dari perencanaannya maupun dari segi perancangan kotanya.

Dengan seiringnya perkembangan teknologi tentunya pembuatan peta perencanaan akan semakin jelas dan akurat dengan bantuan Sistem Informasi Geografis akan didapat foto pemetaannya. Bentuk dari dataran pun dapat berubah – ubah seiring bertambahnya tahun maka daripada itu akan terjadi pula perencanaan peletakkan kawasan di daerah itu.

2. Pada dasarnya perencanaan kota akan dimulai dari hal yang sifatnya global menuju ke arah yang lebih detail dan spesifik. Inilah cara yang digunakan oleh negara – negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris. Dalam hal ini Indonesia sebagai negara berkembang memiliki perencanaan kota yang perencanaannya juga sedikit banyak sama dengan negara – negara maju tersebut.

Berikut ini adalah rencana wilayah yang diterapkan di negara Indonesia :

  1. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)
  2. Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I (RTRW Propinsi)
  3. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II (RTRW Kabupaten/Kotamadya)
  4. Rencana Tata Ruang Kawasan (RTRK)
  5. Rencana Teknis Ruang Kota (RTRK)
  6. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)

 

Dengan melihat urutan dari perencanaan wilayah di Indonesia kita dapat tahu bahwa perencanaan dimulai dari ruang lingkup Nasional hingga ke ruang lingkup terkecil yaitu bangunan dan lingkungannya.

Published in: on February 14, 2010 at 11:37 pm  Leave a Comment  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://winnerfirmansyah.wordpress.com/2010/02/14/tata-kota-tugas-1-pengantar/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: