Plafon Kayu dan Gypsum

Plafon kayu

(Wooden plafond)

–          Tekstur  lembut

–          Warna coklat

–          Kesan yang dibentuk lembut dan hangat

–          Tahan terhadap pencahayaan selektif matahari

–          Rawan terhadap rayap

–          Rentan kerusakan akibat terkena air terus menerus

–          Finishing dilakukan dengan melakukan pernis, pelitur atau dibiarkan alami

–          Biasanya plafon kayu ini digunakan untuk interior dengan konsep begaya Eropa

–          Plafon kayu banyak dipilih karena memberikan kesan yang hangat, banyak digunakan di rumah yang berada di daerah iklim sedang dan dingin

Plafon Gypsum

(Gypsum Plafond)

–          Tekstur  lembut

–          Warna dasar putih

–          Kesan yang dibentuk bersih dan simple

–          Tahan terhadap pencahayaan langsung matahari

–          Tahan terhadap rayap

–          Sedikit rawan lumut

–          Finishing dilakukan dengan melakukan pengecatan

–          Jenis plafond ini paling popular dan banyak digunakan di berbagai konsep interior rumah karena teknik pemasangannya yang mudah dan dapat divariasikan dengan jenis material plafond lainnya

Advertisements
Published in: on May 7, 2011 at 10:31 am  Leave a Comment  

Lantai marmer dan karpet

Lantai marmer

(Marble)

–          Tekstur  lembut

–          Warna bervariasi

–          Kesan yang dibentuk keras

–          Tahan terhadap pencahayaan langsung matahari

–          Tahan terhadap rayap

–          Tahan lumut

–          Warna dari marmer ini biasanya bervariasi sehingga dapat disesuaikan dengan warna-warna komponen pembentuk ruang lainnya.

–          Lantai marmer banyak digunakan pada rumah bergaya mediterania karena memberikan kesan mewah dan mahal

Lantai karpet

(Carpet)

–          Tekstur  lembut

–          Warna bervariasi

–          Kesan yang dibentuk lembut dan ceria

–          Tahan terhadap pencahayaan langsung matahari

–          Tahan terhadap rayap

–          Tahan lumut

–          Cepat rusak bila tergenang air secara terus menerus

–          Karpet merupakan penutup lantai yang banyak digunakan pada ruang-ruang di perkantoran, hotel.

–          Karpet banyak dipilih karena menyediakan berbagai macam warna dan motif yang dapat disesuaikan dengan konsep dari interior ruangan.

–          Harganya pun dibentuk oleh perbedaan bahan dan motif dari karpet

Published in: on May 7, 2011 at 10:30 am  Leave a Comment  

Dinding bata dan kayu

Dinding bata

(Brick wall)

–          Tekstur  kasar

–          Warna coklat kemerahan

–          Kesan yang dibentuk kasar dan keras

–          Tahan terhadap pencahayaan langsung matahari

–          Tahan terhadap rayap

–          Rawan lumut

–          Finishing dilakukan dengan melakukan pengacian, pengecoran, pengecatan maupun dibiarkan alami saja

–          Biasanya dinding bata ini digunakan untuk interior dengan konsep country dan tropis

Dinding kayu

(Wooden wall)

–          Tekstur  lembut

–          Warna coklat

–          Kesan yang dibentuk lembut dan hangat

–          Tahan terhadap pencahayaan selektif matahari

–          Rawan terhadap rayap

–          Rentan kerusakan akibat terkena air terus menerus

–          Finishing dilakukan dengan melakukan pernis, pelitur atau dibiarkan alami

–          Biasanya dinding kayu ini digunakan untuk interior dengan konsep begaya Eropa

Published in: on May 7, 2011 at 10:28 am  Leave a Comment  

Definisi Struktur dan Konstruksi Ekstrim

Extreme structure and construction(Struktur dan konstruksi yang ekstrim)

 

Struktur dan konstruksi yang ekstrim menurut saya adalah suatu struktur yang tidak lazim digunakan pada suatu bangunan dan dikonstruksikan dengan cara yang tidak lazim pula. Menuntut adanya keberanian yang didukung pula oleh teori yang kuat untuk menciptakan sesuatu yang ektrim dan mungkin untuk dikonstruksikan.

Struktur dan konstruksi yang ekstrim dapat dikategorikan berdasarkan,

–          Struktur(structure)

–          Konstruksi(construction)

–          Lokasi(location)

–          Gabungan dari yang di atas

Published in: on May 7, 2011 at 10:18 am  Leave a Comment  
Tags: ,

Definisi Konstruksi

A structure usually refers to any large, man-made object permanently fixed to Earth’s surface or in its orbit, as a result of construction. These are divided into buildings and nonbuilding structures, and make up the infrastructure of a human society. There are also animal-built structures, such as anthills and beaver dams.

Structures built by humans are broadly divided into categories because of their varying design approaches and standards:

–          Residential buildings

–          Commercial buildings and complexes

–          Industrial buildings, sites and installations

–          Civil constructions

–          Network infrastructure constructions

 

Struktur biasanya megacu pada suatu luasan, obyek permanen buatan manusia pada permukaan bumi, sebagai hasil dari konstruksi. Struktur dibagi kedalam struktur bangunan dan non-bangunan, dan menciptakan infrastruktur pada kehidupan manusia. Terdapat pula struktur buatan manusia, seperti rumah/sarang semut dan rumah/bendungan berang-berang.

Struktur dibuat oleh manusia dan terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan varian desain dan standarisasinya :

–          Bangunan pemukiman

–          Bangunan komersial dan bangunan kompleks

–          Bangunan industri, lokasi dan instalasi

–          Konstruksi sipil

–          Konstruksi jaringan infrastruktur

(Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Structure)

 

Construction (Konstruksi)

Konstruksi adalah metode elemen-elemen struktur yang dirancang, ditetapkan dan disusun.

Konstruksi adalah penyatuan elemen-elemen struktur yang memiliki tujuan desain.

(http://www.scribd.com/doc/20096056/Struktur-Dan-Konstruksi-4)

 

Construction is the act or result of construing, interpreting, or explaining.

(Konstruksi adalah aksi atau hasil dari mengkonstruksi, menginterpretasi, atau menjelaskan)

Construction is the process, art, or manner of constructing something.

(Konstruksi adalah proses, seni, atau nilai dari mengkonstrusikan sesuatu)

(http://www.merriam-webster.com/dictionary/construction)

 

Construction is a process that consists of the building or assembling of infrastructure.

(Konstruksi adalah sebuah proses pencapaian bangunan atau kumpulan dari infrastruktur)

Building construction is the process of adding structure to real property.

(Konstruksi bangunan adalah proses penambahan struktur pada sebuah bangunan)

(http://en.wikipedia.org/wiki/Construction)

 

Konstruksi menurut saya adalah proses dari pembuatan struktur bangunan agar sebuah bangunan dapat merespon pembebanan terhadap bangunan tersebut.

(Analisis pribadi)

Published in: on May 7, 2011 at 10:14 am  Leave a Comment  
Tags:

Definisi Struktur

Structure (Struktur)

Definisi struktur dalam konteks hubungannya dengan bangunan adalah sebagai sarana untuk menyalurkan beban dan akibat penggunaannya dan atau kehadiran bangunan ke dalam tanah.

(Scodek,1998)

 

Struktur adalah tata ukur, tata hubung, tata letak dalam suatu system yang membentuk satuan kerja. Dalam ilmu arsitektur, struktur berhubungan dengan sistem penyaluran atau distribusi gaya-gaya eksternal maupun internal ke dalam bumi.

(http://www.scribd.com/doc/20096056/Struktur-Dan-Konstruksi-4)

 

Structure is a thing constructed; a complex entity constructed of many parts.

(Struktur adalah sesuatu yang terkonstruksi; suatu komplek kesatuan yang terkonstruksi oleh banyak bagian)

Structure is the manner of construction of something and the arrangement of its parts.

(Struktur adalah nilai dari suatu konstruksi dan pengaturan dari masing-masing bagiannya)

(http://wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn)

 

Structure is a fundamental and sometimes intangible notion covering the recognition, observation, nature, and stability of patterns and relationships of entities.

(Struktur adalah sebuah gambaran yang mendasar dan kadang tidak berwujud, yang mencakup pengenalan, observasi, sifat dasar, dan stabilitas dari pola-pola dan hubungan antar banyak satuan terkecil di dalamnya)

(http://en.wikipedia.org/wiki/Structure)

 

Structure is something constructed, such as a building.

(Struktur adalah sesuatu yang terkonstruksi, seperti sebuah bangunan)

(http://www.answers.com/topic/structure)

 

Structure is the action of building

(Struktur adalah aksi dari bangunan)

Structure is something (as a building) that is constructed

(Struktur adalah sesuatu (bangunan) yang terkonstruksi)

Structure is something arranged in a definite pattern of organization

(Struktur adalah sesuatu yang tersusun dalam pola organisasi yang pasti)

Structure is manner of construction

(Struktur adalah nilai dari suatu konstruksi)

(http://www.merriam-webster.com/dictionary/structure)

 

Struktur menurut saya adalah sesuatu yang berhubungan erat dengan konstruksi dan sistem pembebanan gaya-gaya yang bekerja pada bangunan sehingga suatu bangunan dapat berdiri kokoh tanpa ada kerusakan yang berarti akibat beban-beban tersebut.

(Analisis pribadi)

Published in: on May 7, 2011 at 10:11 am  Leave a Comment  
Tags:

Tugas 3 Konservasi Arsitektur – Bangunan Cagar Budaya

Tugas 3 – Konservasi Arsitektur

Bangunan cagar budaya dari segi arsitektur maupun sejarahnya dibagi dalam 3 (tiga) golongan, yaitu :cagar budaya golongan A, cagar budaya golongan B, cagar budaya golongan C, buat tulisan mengenai 3 (tiga) golongan tersebut berikut studi contoh bangunannya?

 

Bangunan Cagar Budaya

Berdasarkan Perda No. 9 Tahun 1999 Tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan dan Cagar Budaya, bangunan cagar budaya dari segi arsitektur maupun sejarahnya dibagi dalam 3 (tiga) golongan, yaitu :

  1. Pemugaran Bangunan Cagar Budaya Golongan A
  2. Pemugaran Bangunan Cagar Budaya Golongan B
  3. Pemugaran Bangunan Cagar Budaya Golongan C

 

Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

Golongan A

  1. Bangunan dilarang dibongkar dan atau diubah
  2. Apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh, terbakar atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula sesuai dengan aslinya.
  3. Pemeliharaan dan perawatan bangunan harus menggunakan bahan yang sama / sejenis atau memiliki karakter yang sama, dengan mempertahankan detail ornamen bangunan yang telah ada
  4. Dalam upaya revitalisasi dimungkinkan adanya penyesuaian / perubahan fungsi sesuai rencana kota yang berlaku tanpa mengubah bentuk bangunan aslinya
  5. Di dalam persil atau lahan bangunan cagar budaya dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi satu kesatuan yang utuh dengan bangunan utama

 

Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

Golongan B

  1. Bangunan dilarang dibongkar secara sengaja, dan apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh, terbakar atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula sesuai dengan aslinya
  2. Pemeliharan dan perawatan bangunan harus dilakukan tanpa mengubah pola tampak depan, atap, dan warna, serta dengan mempertahankan detail dan ornamen bangunan yang penting.
  3. Dalam upaya rehabilitasi dan revitalisasi dimungkinkan adanya perubahan tata ruang dalam asalkan tidak mengubah struktur utama bangunan
  4. Di dalam persil atau lahan bangunan cagar budaya dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi satu kesatuan yang utuh dengan bangunan utama

 

Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

Golongan C

  1. Perubahan bangunan dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan pola tampak muka, arsitektur utama dan bentuk atap bangunan
  2. Detail ornamen dan bahan bangunan disesuaikan dengan arsitektur bangunan disekitarnya dalam keserasian lingkungan
  3. Penambahan Bangunan di dalam perpetakan atau persil hanya dapat dilakukan di belakang bangunan cagar budaya yang harus sesuai dengan arsitektur bangunan cagar budaya dalam keserasian lingkungan
  4. Fungsi bangunan dapat diubah sesuai dengan rencana Kota

 

KRITERIA DAN TOLAK UKUR BANGUNAN PEMUGARAN

a)      Nilai sejarah

b)      Usia / Umur Lingkungan

c)      Keaslian

d)      Kelangkaan

e)      Tengeran / Landmark

f)       Arsitektur

 

Contoh bangunan

 

Golongan A

 

NamaBangunan Baru             : Bank Tabungan Negara Harmoni

Nama Bangunan Lama          : Postpaarbank

Alamat                                     : Jln Gajah Mada No. 1 Kel. Petojo Utara

Wilayah                                   : Kec. Gambir, Jakarta Pusat (Jakarta 10130)

Arsitektur                                 : Gaya Nieuwe Kunst.

Arsitek                                     : Ir. J. van Gendt.

Pemilik                                    : PT. Bank Tabungan Negara

 

Keterangan Ringkas :

Dibangun pada tahun 1930, diatas bekas lokasi Pos Keamanan “Rijswijk”, sekarang dipergunakan sebagai Gedung Bank Tabungan Negara (BTN), kelompok gedung ini sebagian sudah dibongkar dan yang dipertahankan hanya bagian depannya, digunakan sebagai museum BTN. Bagian bangunan yang menjadi bangunan cagar budaya adalah gedung yang lama (Museum BTN).

Nama Bangunan Baru            : Gereja Koinonia

Nama Bangunan Lama          : Gereja Bethel / De Betelkerk

Alamat                                     : Jl. Matraman Raya 126 Kel. Balimester Kecamatan

  Jatinegara Jakarta Timur (Jakarta 13310)

Pemilik                                    : Yayasan Gereja Koinonia

Arsitektur                                 : Historik Belanda Modern

 

Keterangan Ringkas :

Dibangun pada tahun 1911-1916. Koinonia berarti “Persekutuan” (bahasa Ibrani). Kompleks gereja yang berada di ujung Jalan Matraman ini merupakan gereja pertama di Kawasan Timur Batavia, saat Meester Cornelis membuka kawasan ini (1881-1918). Gereja ini didirikan setelah seorang mantan Ketua Mahkamah Tinggi Pemerintah Kolonial Belanda marah besar dan merasa tidak setuju dengan khotbah seorang pendeta ultra liberal pada perayaan Paskah awal 1900-an di Gereja Emmanuel yang saat itu masih bernama Willems Kerk. Atap gereja Bethel ini sudah tidak asli lagi, arsitekturnya bergaya vernacular, penerapan gable Belanda dan penerapan salib Yunani pada pediment tympanium. Denah gereja dipengaruhi aturan geometrik. Bentuk segi empatnya dibagi tepat menjadi sembilan bagian, dimana empat sudut terluar berfungsi sebagai ruang tangga, sehingga bagian dalam gereja berbentuk salib simetri. Ruang-ruang tangga dari luar terlihat seperti menara.

Nama Bangunan Baru            : Bank Bukopin

Nama Bangunan Lama          : Instantiewoning KJCPL – Inter Ocean Lines

 Alamat                                    : Jl. Wijaya IX No. 1 Kel. Melawai Kec. Kebayoran Baru

  Jakarta Selatan (Jakarta 12160)

Pemilik                                    :

–          KJCPL Inter Ocean Lines

–          Bank Bukopin

Arsitektur                                 : Villa Modern Tipe Kopel/ Kembar.

Arsitek                                     : KJCPL-Inter Ocean Lines.

 

Keterangan Ringkas :

Dibangun pada tahun 1950-an. Rencana pembangunan Kebayoran Baru seluas 730 ha disetujui dan disahkan oleh pemerintah pada tanggal 21 September 1948 guna mengatasi pertambahan penduduk yang dramatis dari 823,000 pada tahun 1948 menjadi 1,782,000 pada tahun 1952. Kebayoran Baru dimaksudkan sebagai “kota satelit” yang terpisahkan 8 km sebelah Selatan-Barat daya dari pusat kota Jakarta dan dikelilingi sabuk hijau (green belt) yang terdiri dari Kali Grogol di Barat dan Kali Krukut di Timur, serta Kompleks Gelora Bung Karno di Utara, tempat Masjid Agung Al-Azhar dan Departemen Pekerjaan Umum. Sarana lengkap yang tersedia antara lain, Pasar Santa, Pasar Mayestik, STM Penerbangan, serta kuburan Blok P yang sekarang menjadi Kantor Walikotamadya Jakarta Selatan yang baru. Kebayoran Baru memiliki konsistensi hirarki jalan dan pengelompokkan lingkungan hunian yang mengelilingi taman hijau. Dibangun sekitar tahun 1950an oleh kontraktor NEDAM sebagai runah tinggal bagi karyawan KJCPL-Inter Ocean Lines. Bangunan ini sekarang berubah fungsi sebagian menjadi Bank BUKOPIN, sebagian lagi menjadi optic dan Bank Permata.Gayaarsitektur rumah-rumah di kawasan ini merupakan ciri khasgayaarsitektur modern yang menggunakan teknologi dan bahan bangunan yang baru pada masa itu. Rumah-rumah tersebut dibuat sangat memperhatikan sistem pengudaraan, dengan mengaplikasikan pengetahuan modern tentang ventilasi. Sehingga menambah kenyamanan dalam iklim tropis yang lembab. Bangunan ini sebenarnya merupakan satu kesatuan dengan bangunan lain disebelah kiri dan kanannya. Dibuat sepanjang blok dimana bagian yang terletak disudut dibuat dua lantai dengan aksen ruang lengkung pada sudutnya. Sistem pengudaraan dibuat sangat baik dengan penempatan lubang-lubang ventilasi diatas jendela.

 Golongan B

 

Nama Bangunan Baru            : Makam Ade Irma Nasution

Nama Bangunan Lama          : Makam Ade Irma Nasution

Alamat                                     : Jl. Prapanca kel Pulo Kec. Kebayoran Baru Jakarta Selatan

 Pemilik                                   : Keluarga Alm Jendral A.H. Nasution

 Arsitektur                                : Bangunan MakamIndonesia

 

Keterangan Ringkas :

Bangunan makam ini menjadi simbol sejarah penghianatan G. 30 S. PKI dimana Ade Irma Suryani Nasution menjadi korban penembakan oleh para penculik yang hendak menculik Jenderal Nasution pada peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI pada tanggal 30 September 1965.

Nama Bangunan Baru            : Makam pangeran Jagakarsa (Jagaraksa)

Nama Bangunan Lama          : Makam Pangeran Jagakarsa (Jagaraksa)

Alamat                                     : Jl. Belimbing Kelurahan Jagakarsa  Kecamatan

  Jagakarsa Jakarta Selatan

Arsitektur                                 : Gaya Indonesia

 

Keterangan Ringkas :

Bangunan makam ini dibangun sekitar abad 17 pada periode transisi inggris merupakan makam tokoh pejuang melawan kompeni dan juga tokoh pendiri kampung jagakarsa makam ini dikeramatkan oleh masyarakat setempat dan sering diziarahi setiap bulan maulid makam diarea makam ini dipergelarkan wayang kulit Betawi.

 

 

NamaBangunan Baru             :CanisiusCollege

Nama Bangunan Lama          : CanisiusCollege HBS

Alamat                                     : Jl Menteng Raya no. 40 – 44 Kel. Kebon Sirih

Wilayah                                   : Kec. Menteng Jakarta Pusat (Jakarta 10340)

Pemilik :

–         CanisiusCollege

–          Yayasan Budi

Arsitektur                                 : Eklektik Romantik dan Modern.

 

Keterangan Ringkas :

Dibangun pada sekitar tahun 1927an. Pada awal abad 20, sudah ada asrama Pastor dari ordo Jesuit dan kapel kecil disini, kemudian berkembang menyelenggarakan pendidikan mulai tahun 1927. Pada masa tersebut, pendidikan pada sekolah ini adalah setingkat HBS.Masa bangunan terdiri dari dua lantai yang dibuat memanjang mengelilingi dua buah ruang terbuka yang terletak pada bagian tengah.Kini bagian depan dari bangunan lama tersebut dibongkar dan digantikan oleh bangunan baru.

Golongan C

 

Nama Bangunan Lama          : British Institute

Nama Bangunan Baru            : Heritage Factory Outlet –Bandung

Alamat                                     : Jl Martadinata No 63, Bandung

 

Keterangan Ringkas :

Sebuah bangunan dengan arsitektur art deco khas bangunan peninggalan zaman kolonial berdiri di Jl Martadinata No 63. Bangunan megah berpilar besar dengan cat warna putih ini kini menjadi salah satu factory outlet ternama di kota Bandung.

Heritage factory outlet, bangunan ini bekas gedung British Institute ini dibangun di tahun 1895-1900 dengan gaya arsitektur Belanda Klasik dengan kolom doriknya yang khas. Namun sampai saat ini arsitek yang merancang bangunan ini belum diketahui.
Bangunan ini merupakan bangunan bekas rumah dinas direktur Gouvernements Bedrijven (GB) yang sekarang disebut Gedung Sate. Selain bangunan ini antik, langka, dan indah juga merupakan satu-satunya bangunan yang memiliki gaya arsitektur klasik yang masih utuh. Pilar ioniknya yang anggun menjadi ciri khas yang memperlihatkan nilai arsitektur yang tinggi.

Bangunan Heritage Factory Outlet satu dari bangunan cagar budaya yang dilindungi dan dilestarikan keberadaannya di kota Bandung. Di dalam bangunan Heritage sendiri memiliki jalur yang menghubungkan Heritage dengan FO yang berada di sebelahnya, Cascade yang memiliki konsep arsitektur bergaya modern.

Published in: on May 5, 2011 at 11:22 pm  Comments (1)  
Tags: ,

Perhitungan Ba-Gua dalam Ilmu Fengshui

DATA PENGHUNI

DATA AYAH

TTL                  : Jakarta, 13 September 1961

Umur               : 49 tahun

Pekerjaan        : Wiraswasta

DATA IBU

TTL                  : Dabo, 8 Agustus 1968

Umur               : 42 tahun

Pekerjaan        : Ibu rumah tangga

DATA ANAK 1

TTL                  : Jakarta, 6 Agustus 1993

Umur               : 17 tahun

Pekerjaan        : Murid SMA

Jenis kelamin  : Perempuan

DATA ANAK 2

TTL                  : Jakarta, 19 Februari 1998

Umur               : 12 tahun

Pekerjaan        : Murid SMP

Jenis kelamin  : Perempuan

Analisis berdasarkan Trigram – Ba-Gua

Perhitungan Ba-Gua

 

Ayah

(100 – tahun lahir) : 9 =

(100 – 61) : 9 = 39 : 9 = 4 sisa 3

 

3 (angka trigram)

Ayah : Chen (Timur) dengan unsur kayu, angka keberuntungan 3

Ibu

(tahun lahir – 4) : 9 =

(68 – 4) : 9 = 64 : 9 = 7 sisa 1

 

1(angka trigram)

Ibu : K’An (Utara) dengan unsur air, angka keberuntungan 1

Anak 1

(tahun lahir – 4) : 9 =

(93 – 4) : 9 = 89 : 9 = 9 sisa 8

8(angka trigram)

Anak 1 : Ken (Timur Laut) dengan unsur tanah, angka keberuntungan 8

Anak 2

(tahun lahir – 4) : 9 =

(98 – 4) : 9 = 94 : 9 = 10 sisa 4

4(angka trigram)

Anak 2 : Sun (Tenggara) dengan unsur kayu, angka keberuntungan 4

Published in: on April 15, 2011 at 3:19 pm  Leave a Comment  

Perhitungan Future Housing Needs

SOAL

Jika dalam suatu kota dengan jumlah penduduk 100000 jiwa. Dari jumlah rumah yang ada 1200 unit rumah, 200 unit merupakan rumah yang tidak layak huni. Berapa kebutuhan rumah 5 tahun mendatang, jika angka pertumbuhan penduduk 1%/th dan rr = 5%/th ?

KETERANGAN

FHN    = HHt – (St – Ut) + rrSt

S           = Stock

HH       = Household = jumlah rumah tangga

FHN    = Future Housing Need

u           = Unsuitable dwelling

l       (s-u)    = Rumah layak huni

l       rr          = Replacement Rate

JAWAB

 

KETERANGAN

S          = 1200 unit

u          = 200 unit

(s-u)    = 1200 – 200 = 1000 unit

rr          = 5%

jumlah penduduk = 100000 jiwa

pertambahan penduduk = 1%

FHN, t = 5 tahun ?

HHt      = 100000 + 1 x 100000(5)

                            5       100          5

            = 20000 + 0.01 x 100000

            = 20000 + 1000

            = 21000 kel

St         = 1200(t)

            = 1200(10) = 12000 unit

Ut        = 200(t)

            = 200(10) = 2000 unit

rrSt      = rr x St

            =    5    x 12000

                100

            = 600

FHN    = HHt – (St – Ut) + rrSt

            = 21000 – (12000 – 2000) + 600

            = 21000 – 10000 + 600

            = 11600 unit

Jadi, dalam 5 tahun mendatang diperlukan sebanyak 11600 unit rumah.

Published in: on April 15, 2011 at 3:09 pm  Leave a Comment  

Interior dengan Konsep Tempoe Doeloe

Berikut ini adalah gambar yang saya ambil pada tanggal 29 Mei 2010 di sebuah food court Mall di daerah Jakarta Utara.

Menurut saya desain interior yang ditampilkan cukup menarik dengan mengusung konsep Djakarta Tempoe Doeloe. Menampilkan kesan kuno dengan permainan material kayu dan penggunaan furniture-furniture khas tempo dulu.

Suasana nyaman dan hangat dapat dirasakan dari perancangan interior pada food court ini. Begitu pun dengan menu makanan dan minuman yang ditawarkan sebagian besar adalah makanan dan minuman khas Jakarta.

Published in: on April 15, 2011 at 2:58 pm  Leave a Comment